PROFIL
READY STEADY
Bermula dari ketidakpuasan
pada karya musik di Indonesia yang sering diputar, dan tak juga kunjung berubah sampai sekarang. Untuk mencapai kualitas yang baik di sebahagian mata dan telinga Indonesia. Pada tahun 2004 kita sudah berkumpul dan saling bercengkrama di kota kecil tapi banyak
energi yaitu Lubuk Sikaping, Pasaman Timur, Sumatera Barat. Awalnya kita memilih
pergerakan genre yang berstatus Punkrock,
karena umur yang masih muda mudah untuk mensosialisasikan suara kejujuran dan
mengukur kita sebagai manusia dalam bermusik. Kebersamaan pertama kita dilakoni oleh Eka (Vokal), Pak (Gitar), Dedek (Gitar), Apex (Bass), dan Fandi (Drum). Semua peristiwa yang dialami berubah secara alami di hadapan kita bersama. Hal itu dilewati dengan lapang dada yang membuat kita berpisah secara personality. Saat umur, pemikiran, pendidikan, pekerjaan, dan kesibukan datang tak menentu, maka atas kesepakatan kita bersama
untuk melakukan transisi genre yang kita nikmati sekarang. Ready Steady
terbentuk pada bulan Juni tahun 2009 tepatnya juga di Lubuk Sikaping. Kita mencoba untuk
ikut menyumbangkan genre yang
terhitung langka di Indonesia yaitu rock’n
steady. Ready Steady ialah nama yang diambil dari sebuah film mengisahkan
kekerasan kaum Mods dan Rocker di England dengan judul Quadrophenia. Adanya sebuah percakapan antara aktor film saat mengajak
temannya untuk ke luar dan ia berkata ”Ready
Steady Go…” kemudian diiringi pergi
dengan scooter antiknya. Hal itu membangkitkan tekad dari Eka (Vokal), Pak (Gitar), Soekri (Gitar), Apex (Bass), Paji (Drum), Rido (Jimbe) dan Ezi (Trompet) untuk menetapkan
nama band kita dengan nama tersebut, tetapi untuk kata ”Go” kita hilangkan saja. Pada saat itu kita berharap agar musik tidak
hanya untuk didengar saja, tetapi sebagai tujuan mempersatukan yang sudah retak
baik teman dan sekalipun itu sebagai lawan kita. Walaupun kita terbagi atas
ras, bahasa, agama, dan budaya yang berbeda, tapi bukan alasan untuk saling
merugikan satu sama lain. Ready Steady mempunyai influence dari band-band besar
di luar tanah air seperti: Toots and The Maytals, Laurel Aitken, Tim Armstrong,
Rancid, NOFX, The Special, Hepcat, Mr. T-Bone dan lain-lain. Untuk band
Indonesia kita juga mendengar dan terpengaruh oleh musiknya: Shaggy Dog,
Suoljah, Tony-Q Rastafara, Reregean, Don Lego, Monkey Boots, The Authentic, Rocket
Steady, Ras Muhammad, Steven Coconuttreez, Steven Jam, The Paps, Ranah Rasta,
The Muaros dan masih banyak lagi. Bukan hanya itu, Ready Steady juga tidak lepas
dari pukulan dan tamparan musik Blues, Punkrock, SKA, dan Reggae tentunya.
Thank’s from R.S

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar